Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir Bathin
Scroll untuk baca artikel
Muslimah Bicara

Metode Dakwah Nyai Naimah dalam Program Dialog Agama di Radio Nada FM Sumenep

Avatar photo
65
×

Metode Dakwah Nyai Naimah dalam Program Dialog Agama di Radio Nada FM Sumenep

Sebarkan artikel ini
Nyai Naimah saat mengisi acara Dialog Agama di Radio Nada FM Sumenep/Istimewa.

DhalemTemor.com- Metode adalah sebuah cara tempuh dakwah agar konsep dan pesan dalam dakwah tersampaikan sesuai dengan tujuan dakwah.

Metode merupakan salah satu bagian dari unsur dakwah yang keberadaannya sangat urgen. Metode dipakai untuk kepentingan praktis sesuai dengan strategi yang telah dipilih sebelumnya.

Setiap da’i memang perlu memperhatikan metode dakwah untuk keefektifan dakwahnya. Di samping itu, pemilihan metode juga harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi mad’u (objek dakwah) guna suksesnya kegiatan dakwah.

Dalam penelitian kali ini membahas metode dakwah Nyai Naimah yang dipakai dalam program dialog agama di Radio Nada FM Sumenep dan seperti apa penerimaan masyarakat Sumenep terhadap dakwahnya.

Penelitian kali ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data juga berasal dari data primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, serta dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian, metode dakwah yang digunakan Nyai Naimah dalam program dialog agama adalah metode yang sesuai dengan konsep Al-Qur’an yaitu mujadalah billati hiya ahsan.

Sebuah metode dengan cara diskusi atau bertukar pikiran yang baik tanpa adanya paksaan dan memberatkan kepada semua pihak dalam dakwah. Sedangkan, berdasarkan sudut pandang teori uses and gratifications (motif dan kepuasan) atas dakwah Nyai Naimah dalam program dialog agama di Radio Nada FM Sumenep menurut audien adalah sebagai berikut:

Pertama, motif yaitu mulai dari faktor ketidaksengajaan untuk mendengarkan radio. Sisi menarik dari materinya yang disesuaikan dengan pertanyaan yang diajukan oleh audien melalui saluran telepon, hingga keinginan pribadi dari audien untuk menambah pengetahuan keagamaan melalui siaran radio, sekaligus menciptakan jiwa yang tenang dengan mengonsumsi siraman rohani berupa kajian keagamaan.

Kedua, untuk kepuasan yaitu dapat memenuhi kebutuhan dari pertanyaan dan problematika hidup berdasar hukum Islam. Mengubah perilaku menjadi lebih positif yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan pengetahuan agama Islam masyarakat khususnya Sumenep. Audien mendapatkan ruang atau kesempatan bertanya sehingga bisa mendapatkan konsumsi ceramah sesuai kebutuhan, situasi, dan kondisi audien.

Sebagian lagi merasa cukup dengan metode tersebut, meskipun tidak seperti dakwah yang dilakukan secara langsung. Dinilai lebih efisien jika penempatan waktu siaran diletakkan pada sore hari yang merupakan waktu santai bagi masyarakat.

Beberapa tidak cepat puas karena pengetahuan agama perlu untuk terus ditambah. Merasa puas karena da’iyah sudah tersohor di Sumenep apalagi dengan tambahan ruang untuk audien bertanya. Faktor kepuasan juga dipengaruhi oleh kecenderungan audien dalam hal mendengarkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *